STIKOM RANCANG E-SOIL
Diposting pada tanggal : 2018-10-25 - oleh Stikom Banyuwangi | Share this article on
STIKOM PGRI Banyuwangi melakukan kerjasama dengan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan penelitian yang berjudul: E-Soil dalam Mengidentifikasi Kesuburan Tanah dengan GPS dan Web Informasi Spasial Sawah di Kecamatan Singojuruh di mana penelitian dilakukan oleh: Ahmad Chusyairi, S.Kom., M.Kom., Estu Handayani, S.T., M.M., dan M. Taufiq, S.Kom., M.Kom.

Informasi mengenai kesuburan tanah bagi petani sangat penting karena dapat digunakan untuk mengatur pemanfaatan lahan pertanian secara tepat dan optimal. Petani yang akan beralih ke pertanian organik membutuhkan waktu (lama atau tidak) tergantung dengan kandungan unsur hara dan lainnya pada tanah yang berada di sawah, maka diperlukan alat bantu atau aplikasi berbasis android dengan input warna tanah dari sawah (e-soil) dengan smartphone atau HP Android yang dapat merekam lokasi Global Positioning System (GPS) di mana menggunakan notasi warna Munsell Soil Color Chart (MSCC) sedangkan untuk mengidentifikasi kesuburan tanah dengan menggunakan uji pada laboratorium kimia tanah tentang Phospat Tersedia (P2O5), Nitrogen (N), Bahan Organik (C-Organik). Hasil uji tanah organik dan anorganik pada laboratorium di mana selanjutnya akan dilakukan uji reliability menggunakan statistik untuk mengetahui nilai yang diperoleh realible atau tidak. Dalam mempermudah Dinas Pertanian kabupaten Banyuwangi dalam mendata lokasi sawah, maka diperlukan Sistem Informasi Geografis berbasis web di mana pengelolaan dalam penyajian informasi sawah secara spasial.

Identifikasi kesuburan tanah dengan menggunakan uji tanah (organik dan anorganik) pada laboratorium kimia tanah tentang Nitrogen (N), Phospat Tersedia (P2O5), Bahan Organik (C-Organik) di Kec. Singojuruh dengan hasil: a) 7 Dusun di 7 Desa (Dsn. Krajan, Ds. Gambor; Dsn. Krajan, Ds. Alas Malang; Dsn. Krajan Kidul, Ds. Lemahbang Kulon; Dsn. Suko, Ds. Benelan Kidul; Dsn. Kunir, Ds. Singojuruh; Dsn. Rampan, Ds. Singojuruh; Dsn. Wijenan Lor, Ds. Singolatren) yang memiliki status kesuburan, yaitu: subur, b) 5 Dusun di 4 Desa (Dsn. Suko, Ds. Benelan Kidul; Dsn. Kumbo, Ds. Gumirih; Dsn. Andongsari, Ds. Padang; Dsn. Paeloan, Ds. Sumber Baru; Dsn. Kendal, Ds. Sumber Baru) memiliki status kesuburan, yaitu: sedang subur.

Aplikasi E-Soil berbasis android dengan kebutuhan HP atau smartphone minimal android versi 4.4 yang berfungsi untuk mendeteksi warna tanah dan sudah dapat diakses pada Google Play atau dengan link pada URL: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.stikom.esoil. Lakukan pengunduhan dan penginstalan aplikasi E-Soil bersifat user friendly atau mudah digunakan di mana standar input dengan mengijinkan aplikasi e-soil untuk mengakses kamera dan GPS dari HP atau smartphone dengan penambahan error handling pada source code masih terbatas pada beberapa merk HP, untuk melakukan pendeteksian warna tanah dengan input foto tanah lalu akan menampilkan nilai Red Green Blue (RGB), keterangan Munsel, lokasi (latitude dan longitude). Pilih tambah gambar untuk mengambil foto warna yang lain, pilih batal untuk membatalkan pendeteksian warna tanah dan pilih simpan untuk menyimpan pendeteksian warna tanah. Pada Menu Daftar Warna Tanah menampilkan nilai RGB, Munsell, tanggal pengambilan gambar, latitude dan longitude. Kelebihan aplikasi E-Soil adalah sebagai berikut: a) Kemudahan dalam instalasi e-soil yang bersifat user friendly atau mudah digunakan dengan melakukan pengunduhan dari Google Play, b) Dapat mendeteksi warna tanah dengan notasi Munsell Soil Color Chart (MSCC), c) Dapat menginformasikan nilai RGB, Munsel, tanggal pengambilan foto warna tanah, dan koordinat latitude dan longitude, d) Error handling pada source code masih terbatas beberapa merk HP atau smartphone yang dapat mengakses aplikasi e-soil, dan e) Terintegrasi dengan Web Informasi Spasial dengan URL: https://esoilstikom.000webhostapp.com/ di mana hasil warna tanah dapat dilihat pada web tersebut.

Web Informasi Spasial Sawah yang menyajikan pengelolaan informasi pada sawah secara spasial di Kec. Singojuruh yang dapat diakses pada URL: https://esoilstikom.000webhostapp.com/. Fitur pada admin (Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi) terdiri dari: a) Menu Spasial Sawah terdiri dari: 1) Sub Menu Data Spasial yang berisi No, Kecamatan, Desa, Dusun, Keterangan dan Icon Edit untuk mengedit data spasial sawah serta Icon Hapus untuk menghapus data spasial sawah, 2) Sub Menu Data Baru berisi: pilih Kecamatan, pilih Desa, pilih Dusun, input keterangan, seleksi sawah pada peta, pilih simpan untuk menyimpan data baru spasial sawah dan pilih batal untuk membatalkan penyimpanan data baru spasial sawah, b) Menu Kesuburan Tanah terdiri dari menu: 1) Sub Menu Data Kesuburan berisi No, Kecamatan, Desa, Dusun, Tahun, Nama Pemohon, Instansi dan Icon Edit untuk mengedit data kesuburan tanah serta Icon Hapus untuk menghapus data kesuburan tanah, 2) Sub Menu Data Baru berisi: pilih Kecamatan, pilih Desa, pilih tahun, input nama pemohon, instansi, laboratorium, hasil uji laboratorium (input Nitrogen, C-Organik, Phospat, C/N, Metode Analisa, pilih status kesuburan (Kurang Subur, Sedang Subur, Subur, Sangat Subur), Rekomendasi dan Keterangan), dan input Koordinat Lokasi (Latitude dan Longitude), pilih simpan untuk menyimpan data baru kesuburan tanah dan pilih batal untuk membatalkan penyimpanan data baru kesuburan tanah, 3) Menu Warna Tanah akan menampilkan hasil pendeteksian warna tanah dengan notasi Munsell dan nilai RGB. Informasi yang pada menu warna tanah merupakan input foto dari aplikasi E-Soil dan sudah terintegrasi dengan Web Informasi Spasial Sawah. Kelebihan Web Informasi Spasial Sawah adalah sebagai berikut: a) Dapat menginformasikan data spasial sawah di Kec. Singojuruh, b) Dapat menginformasikan data kesuburan tanah berdasarkan hasil uji laboratorium tanah di Kec. Singojuruh, c) Dapat menginformasikan warna tanah di Kec. Singojuruh dikarenakan sistem sudah terintegrasi dengan aplikasi E-Soil, dan d) Keamanan data dengan kriptografi Message-Digest algorithm (MD5).

Pengujian reability hasil uji tanah (organik dan anorganik) dengan 100 respoden mewakili 57 kelompok tani di Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi sebagai berikut: a) uji validitas pada dimensi-dimensi variabel tanah usahatani dan teknologi informasi dapat dilihat bahwa pearson correlation hasilnya lebih besar dari rtabel = 0,197 maka dimensi-dimensi variabel tanah usahatani dan teknologi informasi dapat dinyatakan valid. Oleh karena itu, kuesioner yang digunakan layak untuk digunakan sebagai alat penelitian, b) Hasil uji reabilitas menampilkan bahwa untuk masing-masing variabel penelitian baik variabel terikat maupun bebas, angka Cronbach’s Alfa > 0,60. Oleh karena itu, variabel penelitian ini dapat dinyatakan reliabel. Hasil kuesioner terhadap Tanah Usahatani adalah rata-rata responden menjawab sangat setuju terhadap pernyataan yang diajukan. Ada satu pernyataan yang tidak sesuai dengan kondisi lahan pertanian, yaitu pernyataan nomer 4 dijawab responden ragu-ragu dengan nilai dikarenakan 43 dan masuk kedalam level tiga (3). Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,75 dan masuk kedalam level lima (5): sangat setuju. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 80,49 dan masuk kedalam level lima (4): setuju. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap manfaat teknologi informasi adalah responden sangat setuju terhadap penggunaan teknologi informasi dalam bentuk E-Soil dan Web Informasi Spasial Sawah. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,75 dan masuk kedalam level lima (5): sangat setuju.

Sosialisasi dan pelatihan penelitian dilakukan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kec. Singojuruh, Focus Group Discussion (FGD) di STIKOM PGRI Banyuwangi dan Paparan Hasil Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Hall Ketang Indah Banyuwangi. Untuk selanjutnya diharapkan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi dapat memberikan dukungan terhadap hasil penelitian, sehingga dapat diimplementasikan di seluruh BPP di Kabupaten Banyuwangi.