DOSEN STIKOM BANYUWANGI JUARA HARAPAN 1 INOTEK AWARD BALITBANG JATIM
Diposting pada tanggal : 2018-10-25 - oleh Stikom Banyuwangi | Share this article on
Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Inovasi Teknologi (INOTEK) Award tahun 2018 di mana yang mengikuti ada 100 inovator dari seluruh kabupaten/kota yang berada di Provinsi Jawa Timur namun pemenangnya ada 5 inovator untuk 3 kategori: Agribisnis, Energi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), jadi pemenangnya ada 15 inovator.

Penelitian E-Health Berbasis Android Dan E-Immune Dengan SMS Gateway Untuk Peningkatan Informasi Kesehatan Bayi Dan Balita Di Kabupaten yang dilakukan oleh Dosen STIKOM PGRI Banyuwangi, yaitu: Ahmad Chusyairi, S.Kom., M.Kom dan Pelsri Ramadar Noor Saputra, S.Kom berhasil mendapatkan Juara Harapan 1 INOTEK Award untuk kategori TIK. Penghargaan diserahkan oleh Dr. Ardo Sahak, S.E., M.M selaku Kepala Balitbang Provinsi Jawa Timur pada tanggal 23 Oktober 2018 di Ruang Rapat Sasana Krida (Lantai III) Balitbang Provinsi Jawa Timur yang beralamat di Jl. Gayung Kebonsari No.56 Surabaya.

Penelitian tersebut mendapatkan dukungan dari Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi untuk Sosialisasi dan Pelatihan mengenai penelitian tersebut ke-5 Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD. Puskesmas), antara lain: Sempu, Genteng Kulon, Tulungrejo, Sepanjang dan Kalibaru Kulon.

Salah satu prioritas wajib dalam pembangunan daerah Banyuwangi adalah pembangunan di bidang kesehatan, khususnya Continuum of Care Across Life Cycle untuk dapat mewujudkan generasi Banyuwangi Emas, yaitu: kesehatan bayi dan balita. Untuk meningkatkan pelayanan puskesmas dalam proses integrasi data yang cepat dan akurat, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan (E-Health) dengan nama Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) yang berbasis web. Pelaporan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dilakukan oleh koordinator KIA. Adanya kendala jaringan, internet dan lainnya dapat menyebabkan adanya keterlambatan pelaporan PWS KIA. Selama ini, sistem pada Puskesmas dalam mengingatkan jadwal imunisasi pada kader Posyandu dan orang tua bayi dan balita masih bersifat manual, sehingga menyulitkan Dinas Kesehatan Banyuwangi dalam melakukan perekapan data kesehatan dan monitoring tingkat derajat kesehatan khususnya bayi dan balita di kabupaten Banyuwangi. Untuk mendukung E-Health yang sudah ada (web), maka diperlukan teknologi berbasis android dan sms gateway dalam penginputan data kesehatan khususnya bayi dan balita untuk mempercepat pelaporan PWS KIA serta dapat mengingatkan kader Posyandu dan orang tua tentang jadwal imunisasi.

E-Health berbasis android dan E-Immune dengan SMS Gateway untuk mendukung Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) berbasis web unuk mengatasi permasalahan karena jaringan, internet dan lainnya dalam menghasilkan informasi kesehatan yang berkualitas (akurat, relevan dan tepat waktu) tentang kesehatan bayi dan balita yang meliputi: bayi < 5 jam, kunjungan neonatal, kunjungan bayi, Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK), timbangan dan gizi, vitamin A dan imunisasi serta informasi kesehatan bayi dan balita tersebut perlu disosialisasikan kepada Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas untuk mempermudah dalam pelaporan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) KIA, sehingga peningkatan derajat kesehatan bayi dan balita di kabupaten Banyuwangi dapat dilakukan secara optimal.

E-Health berbasis android dan E-Immune dengan SMS Gateway untuk pelaporan PWS KIA dibuat dengan mengintegrasikan database pada SIMPUS berbasis web pada server Dinas Kesehatan kabupaten Banyuwangi dan ke-5 Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD. Puskesmas) yang ada di kabupaten Banyuwangi, meliputi: Sempu, Genteng Kulon, Tulungrejo, Sepanjang dan Kalibaru Kulon. Pada proses penyimpanan data kesehatan bayi dan balita dilakukan pengecekan ketersediaan koneksi internet. Jika tersedia koneksi internet, maka data dapat disimpan ke server dan sebaliknya, maka data disimpan secara lokal (memory handphone) dengan format sms dimana data dapat dikirim melalui sms ke server. Validasi data digunakan pada aplikasi E-Health bayi dan balita berbasis android dan E-Immune dengan SMS Gateway, sehingga tidak terjadi penginputan data ganda. Sosialisasi dan pelatihan E-Health berbasis android dan E-Immune dengan SMS Gateway ke-5 UPTD. Puskesmas dilakukan untuk mengenalkan aplikasi E-Health bayi dan balita dimana memiliki keuntungan yang bersifat mudah digunakan atau user friendly dalam membantu Koordinator KIA untuk menginputkan laporan PWS KIA, sehingga mempercepat pelaporan PWS KIA dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan kabupaten Banyuwangi.

Jadwal imunisasi berbasis dekstop dan sms gateway untuk bayi dan balita dibuat dengan cara memasukkan data orang tua, Posyandu dan imunisasi, sehingga pengiriman sms dengan modem dan kartu modem (SIM Card) yang sudah diisi pulsa dimana pesan jadwal imunisasi akan dikirimkan secara otomatis pada kader Posyandu dan orang tua pada setiap Puskesmas di kabupaten Banyuwangi.